Hidup kita ditentukan oleh pikiran ~ Marcus Aurelius.Sel-sel di dalam
tubuh anda akan menerjemahkan apa yang ada dalam pikiran bawah sadar
anda ke dalam sebuah gerakan atau suatu mekanisme. Misalnya ketika
pikiran bawah sadar anda sedang bersedih, maka sel-sel tubuh anda
membentuk suatu mekanisme otomatis sehingga muncullah reaksi fisik pada
tubuh anda, misalnya menangis. Sel-sel tubuh anda tidak bisa membedakan
apakah anda betul-betul bersedih atau tidak. Misalnya anda bisa menangis
hanya karena menonton sebuah film tragedi, padahal tragedi tersebut
tidak menimpa anda.
Mekanisme otomatis di dalam tubuh anda juga bisa terlihat saat anda
mengalami gerakan refleks. Saat tangan anda mengenai benda panas, maka
secara otomatis tangan anda menjauh dari benda panas tersebut. Hal ini
terjadi karena pikiran sadar anda mengatakan bahwa tidak enak dan bahaya
jika menyentuh benda panas sehingga harus menjauhinya. Pikiran bawah
sadar menerima perintah tersebut, dan seluruh sel di dalam tubuh selalu
melakukan apa yang diperintahkannya.
Mekanisme otomatis ini akan terus bekerja untuk berbagai hal lainnya
tergantung apa yang sudah anda programkan dalam pikiran bawah sadar anda
melalui pikiran sadar anda. Sel-sel di dalam tubuh anda membentuk suatu
mekanisme berdasarkan panduan atau perintah dari pikiran bawah sadar
anda.
Pikiran anda harus terbiasa untuk selalu positif, dan anda akan lebih
mudah mencapai cita-cita. Bukan Cuma itu, pikiran positif serta
kepercayaan diri anda akan menarik orang lain bergabung dengan anda.
Mereka tidak akan membiarkan anda berjalan sendiri menghadapi semua
masalah. Justru dengan senang hati akan menemani dan membantu anda
melewati semua kesulitan. Dan yang lebih penting, hidup anda akan
menjadi lebih menyenangkan.
Hidup indah bukan berarti hidup penuh dengan kedamaian saja, tetapi
hidup indah adalah hidup yang dipenuhi dengan keberhasilan. Bukankah
keberhasilan itu sesuatu yang indah? Indah meliputi kedamaian dan
keberhasilan, bukan kedamaian tetapi tanpa daya, sebab kedamaian tanpa
daya bukanlah suatu keindahan.
Anda bisa memilih pikiran-pikiran positif saja di dalam kepala anda.
Setelah memilih, anda harus memperkuat pikiran tersebut sehingga menjadi
dominan. Jika tidak, maka pikiran-pikiran negatif akan mudah masuk ke
dalam kepala anda dan akan mengendalikan hidup anda. Jika pikiran indah
mendominasi pikiran anda maka hidup anda menjadi indah. Sistem tubuh
tidak memiliki kemampuan membedakan mana perintah yang baik atau tidak
sehingga sistem tubuh akan menurut apa saja yang diperintahkan oleh
pikiran itu. Oleh karena yang anda perlukan adalah pikiran anda harus
memilih terlebih dahulu perintah yang akan diberikan kepada sistem tubuh
anda.
Orang yang berpikiran negatif akan mencari sesuatu, baik orang,
lingkungan, atau peristiwa sebagai pembenaran kesalahan atau tidak
adanya tindakan yang diambil. Coba renungkan, berapa kali anda mencari
kambing hitam atas kekurangan atau kegagalan yang anda lakukan?
Renungkan dengan jujur, teliti dan tuliskan sebagai bahan pembelajaran.
Kejujuran dan kesadaran anda akan menentukan keberhasilan anda
selanjutnya. Mulai saat ini, berpikirlah secara positif.
HUKUM BERPIKIR POSITIF
Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan
apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, karena tergantung bagaimana
kita menjalankan pikiran kita. Dapat tidaknya kita menikmati hari itu
sangat tergantung pada cara kita berpikir ~ Stanley R. Welty, Presiden
Wooster Brush Company
Jika anda bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itu akan ramah
kepada anda. Jika anda memperlakukan anak anda sebagai anak yang cerdas,
akhirnya ia betul-betul menjadi cerdas. Jika anda yakin bahwa upaya
anda akan berhasil, maka besar sekali kemungkinan upaya anda dapat
merupakan separuh keberhasilan. Nah, dampak pola berpikir positif itu
disebut Dampak Pygmalion.
Pikiran anda sering kali mempunyai dampak ramalan tergenapi (fulfilling
prophecy), baik positif maupun negatif. Kalau anda menganggap tetangga
anda judes sehingga anda tidak mau bergaul dengannya, maka akhirnya ia
betul-betul menjadi judes. Kalau anda mencurigai dan menganggap anak
anda tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur. Kalau
anda sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha,
besar sekali kemungkinannya anda betul-betul akan gagal.
Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga, dan berharap hanya yang
baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar
dampaknya bila anda menggunakan pola pikir positif seperti itu. Anda
tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Anda tidak
menggunjingkan desas-desus yang buruk tentang orang lain. Anda tidak
menduga-duga yang jahat tentang orang lain.
Kalau anda berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan
untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah
kepada anda, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika anda berpikir
buruk, anda akan menjadi curiga, “Barangkali ia sedang mencoba
membujuk”, atau anda mengomel, “Ah, hadiahnya cuma barang murah”.
Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri anda sendiri. Anda
menjadi mudah curiga. Anda menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau anda
berpikir positif, maka anda akan menikmati hadiah itu dengan rasa
gembira dan syukur, “Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat
untuk memberi kepada saya”. Hidup akan menjadi baik kalau anda
memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baiklah tentang diri sendiri.
Berpikir baiklah tentang orang lain. Berpikir baiklah tentang keadaan.
Berpikir baiklah tentang Tuhan. Dampak berpikir baik seperti itu akan
anda rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya.
Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi
ramah. Hidup menjadi indah.
Pikiran kita bergetar dan memancarkan gelombang dengan suatu frekuensi.
Besarnya frekuensi tergantung pada bentuk dan ukuran objek yang
bergetar. Oleh karena itu frekuensi yang dikeluarkan oleh pikiran kita
sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh pikiran kita. Semakin kuat kita
memikirkan sesuatu, maka semakin kuat getaran yang kita hasilkan.
Getaran akan bergetar dengan frekuensi yang sama tetapi akan bergetar
dengan amplitudo yang berbeda.
Getaran bisa menyebabkan suatu fenomena resonansi, yaitu menggetarkan
objek lain yang memiliki suatu kesamaan. Jika kita memikirkan sesuatu
maka akan lahir getaran yang sesuai dengan apa yang kita pikirkan,
sehingga akan terrjadi resonansi dengan berbagai objek yang ada di alam
yang memiliki suatu kesamaan (kemiripan) tertentu. Artinya, pikiran anda
akan mengarah ke objek yang anda pikirkan dan sebaliknya objek pun akan
mengarah ke diri anda, inilah yang disebut Hukum Tarik Menarik.
Jadi bisa disimpulkan bahwa pikiran kita bersifat magnetis dan memiliki
frekuensi. Selama anda berpikir, pikiran-pikiran itu akan dikirim ke
alam dan akan menarik semua hal yang memiliki kemiripan dengan pikiran
kita. Inilah dasar dari konsep pikiran positif, yaitu jika kita berpikir
positif maka semua hal yang positif akan menghampiri kita.
Alam semesta dengan segenap energi makrokosmosnya selalu bekerja mencari
keseimbangan. Energi makrokosmos alam semesta tersebut selalu
berhubungan dengan energi yang ada di setiap diri manusia yang sering
disebut energi mikroskosmos. Proses ini tidak terlihat dan tidak terasa
sehingga manusia cenderung mengabaikannya. ‘Berhutang’ pada alam semesta
adalah bila seseorang berbuat hal yang buruk pada sesama atau pada
alam. Misalnya dengan merugikan orang lain atau mengambil hak orang lain
atau merusak alam, orang tersebut telah meminjam atau berhutang pada
alam semesta.
Contoh konkret berhutang pada alam semesta yang sering terjadi adalah
saat orang dengan sengaja mengambil sesuatu yang bukan haknya. Misalnya
menerima kembalian lebih saat membayar di supermarket atau warung dan
sengaja tidak mengembalikannya. Korupsi atau mengambil barang milik
kantor sekecil apapun, atau diam saja sewaktu pelayan di rumah makan
padang tidak menghitung semua makanan yang telah masuk perut.
Ini bukan rezeki, tetapi justru orang tersebut telah berhutang ke alam
semesta karena dia telah mengambil yang bukan haknya. Suatu saat hutang
ini akan diambil lagi dalam bentuk lain yang biasanya akan lebih
merugikan. Dalam waktu sesaat, mencuri dan korupsi mungkin dapat membuat
orang menjadi berlimpah uang, tetapi pencuri dan koruptor tidak akan
pernah menjadi bahagia. Justru orang tersebut akan menjadi sengsara
hidupnya. Bila anda berbuat kebaikan, atau memberi uang sebisa anda
kepada orang dimana orang tersebut tidak bisa membalas kebaikan anda,
maka anda telah memancarkan energi baik dan kebaikan anda akan dibalas
dengan kebaikan. Pancaran energi baik anda tersebut suatu saat akan
dikembalikan oleh alam semesta dengan energi baik makrokosmosnya dalam
bentuk kebaikan dengan jumlah yang lebih besar. Syaratnya adalah saat
memberi kebaikan atau uang tidak boleh dibarengi dengan pamrih atau
dengan maksud pamer. Pamrih dan pamer akan membuat energi baik anda
tidak terpancar ke alam semesta. Buatlah mendoakan kebaikan untuk orang
atau melakukan kebaikan atau memberi uang sebisa anda pada orang yang
memerlukan sebagai hal membahagiakan hati anda, tanpa pamrih.
APAKAH ANDA ORANG YANG BERPIKIR POSITIF?
Dengan pikiran, seseorang bisa menjadikan dunianya berbunga-bunga atau berduri-duri ~ Socrates
Apa yang anda alami hari ini adalah dampak dari pikiran anda kemarin.
Apa yang akan anda alami esok hari adalah dampak dari pikiran anda hari
ini. Pikiran yang sedang anda bayangkan saat ini sedang menciptakan
kehidupan masa depan anda. Anda berpikir bisa atau tidak bisa,
dua-duanya akan benar. Bila anda berpikir bisa, maka anda bisa. Tetapi
bila anda berpikir tidak bisa, maka anda tidak bisa.
Jika anda mengubah cara berpikir anda, kehidupan anda pun ikut berubah.
Jika pikiran anda berubah ke arah positif maka kehidupan anda menuju
arah yang positif. Sekali anda dapat merangkul sepenuhnya kekuatan
pikiran anda, kekuatan itu akan mengubah cara anda menjalani kehidupan.
Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk
mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatu pun di dunia ini yang
dapat membantu seorang yang sudah bermental negatif. Semua orang
mempunyai potensi kekuatan pikiran. Tapi tak semua tahu dan mampu
mengaktifkannya untuk mendapatkan manfaat yang luar biasa. Berpikir itu
akan melahirkan pengetahuan, pemahaman, nilai, keyakinan dan prinsip.
Pikiran juga bisa menjadi penyebab penyakit kejiwaan dan fisik. Pikiran
bahagia membuat anda bahagia, pikiran sengsara membuat anda sengsara.
Pikiran takut membuat anda takut, dan pikiran berani membuat anda
berani.
Anda mungkin tidak dapat mengendalikan keadaan, tapi anda dapat
mengendalikan pikiran anda. Pikiran positif menghasilkan perbuatan dan
hasil yang positif. Berpikir positif adalah sumber kekuatan dan sumber
kebebasan karena ia membantu anda memikirkan solusi sampai
mendapatkannya. Dengan begitu anda bertambah mahir, percaya, dan kuat.
Disebut sumber kebebasan karena dengannya anda akan terbebas dari
penderitaan dan kungkungan pikiran negatif serta pengaruhnya pada fisik.
Hidup yang anda jalani saat ini adalah pancaran pikiran, keputusan, dan
pilihan anda. Jika anda rela menerima tantangan, berarti anda telah
merintis perubahan, kemajuan, dan perkembangan. Anda hari ini adalah
hasil keputusan anda kemarin. Anda esok hari ditentukan oleh keputusan
anda hari ini. Prinsip perkembangannya paling kuat terdapat dalam
memilih. Anda bertanggungjawab atas pikiran anda sehingga anda harus
bertanggungjawab atas semua perbuatan anda. Kenyataan adalah persepsi
anda. Jika anda ingin mengubah kenyataan hidup anda, mulailah dengan
mengubah persepsi anda.
Ciri apakah seseorang memiliki pikiran positif atau tidak adalah dari
pencapaian dan tindakannya. Jika anda membiarkan pencapaian anda tetap
saja tanpa peningkatan, maka anda belum berpikiran positif. Jika anda
melakukan suatu tindakan yang salah terus menerus, anda juga belum
berpikiran positif. Sedangkan ciri-ciri utama orang yang berpikiran
negatif adalah mencari-cari alasan tidak melakukan sesuatu yang baik dan
sesuatu yang tidak baik.
Dalam hal ini berpikir positif sendiri kerap mendapatkan kesulitan untuk
dipraktekkan. Banyak orang yang mengetahui tentang konsep berpikir
positif meski pemahamannya belum lengkap, tetapi mereka tidak memberikan
perhatian yang cukup kepada pikirannya. Meskipun sudah mengenal
berpikir positif, tetapi jika perhatian anda terhadap berpikir positif
kurang, maka bisa saja anda tetap memiliki pikiran negatif. Pemahaman
anda tentang konsep berpikir positif juga masih kurang. Hanya tahu saja
masih belum cukup. Anda tahu kalau terlalu banyak makan akan membuat
badan anda gemuk, tetapi anehnya orang yang gemuk justru banyak makan,
padahal dia tidak mau gemuk. Begitu juga anda mengenal atau mengetahui
saja tentang berpikir positif tidaklah cukup. Anda tahu harus berpikir
positif, tetapi tidak tahu caranya.
Berpikir Positif
Berpikir adalah kegiatan akal budi yang sangat aktif mengajukan berbagai
pertanyaan dan kemudian meresponsnya dengan jawaban-jawaban. Hal itu
bisa berupa penjelasan, pertimbangan, analisis, kesimpulan, bahkan
sebuah keputusan. Ada yang berwujud ide, ada pula yang langsung berwujud
kenyataan menjadi sebuah realitas. Keduanya disebut buah pikiran.
Ada dua jenis berpikir, yaitu: pertama, berpikir yang benar-benar
berpikir sebagai suatu kegiatan akal budi (yang luhur). Kedua, berpikir
dalam arti menghitung yang hanya berhenti pada aspek kuantitatif dari
realitas.
Secara harfiah berpikir positif adalah kegiatan akal budi yang
bermanfaat, yang mewujudkan suatu tindakan keputusan atau karya yang
berguna tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain, dan
kemaslahatan orang banyak. Hal tersebut adalah sesuatu yang tidak dapat
dihitung secara kuantitatif.
Berpikir positif bukanlah suatu yang bekerja secara parsial dalam diri
manusia karena berpikir positif hanya tercetus dari budi pekerti yang
luhur. Melatih diri untuk berperilaku luhur adalah pekerjaan pertama
yang harus dilakukan sebagai wadah dari berpikir positif.
Seseorang yang berbudi luhur adalah seseorang yang berpikir positif.
Artinya, ia adalah seseorang yang senantiasa mempertimbangkan dan
memandang setiap hal dari sisi positif, dari sisi baiknya, dari sisi
manfaatnya yang lebih banyak dibanding sisi negatifnya.
Bagaimana cara menakar predikat positif?
Anda dapat melakukannya pada diri anda sendiri melalui pertanyaan:
apakah anda sudah melakukan sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi
kehidupan anda? Apakah anda sudah melakukan sesuatu yang sekecil apapun
atau sesederhana apapun bentuknya, tetapi berguna dan bermanfaat bagi
orang lain, sehingga hidup anda berguna tidak hanya diri sendiri tetapi
juga bagi orang lain dan masyarakat yang lebih luas? Semuanya harus
berawal dari keikhlasan dan niat yang baik. Jika anda melakukannya hanya
sebagai kedok semata-mata maka hal itu akan berbalik menjadi sesuatu
yang negatif.
Semua dimensi kehidupan anda hendaknya diisi dengan unsur positif karena
sesuatu yang positif adalah dinamika yang tidak pernah meninggalkan
limbah yang terbuang dengan percuma. Berpikir positif akan menjadi
sesuatu yang sangat aktif. Oleh karena itu perjumpaan atau pertemuan
dengan orang lain selalu mendatangkan sesuatu yang berguna karena
perjumpaan-perjumpaan dengan orang lain selalu berawal dari itikad yang
baik dan senantiasa percaya bahwa dengan mendekati atau berjumpa dengan
seseorang hanya akan bermanfaat jika sisi positif dari seseorang menjadi
hal yang utama. Sikap semacam ini secara langsung akan menempatkan anda
menyatu dengan lingkungan karena sikap dan perilaku anda ikut
menjadikan lingkungan anda sejuk dan ramah.
Nilai-nilai Dasar Berpikir Positif
Pendidikan formal dan informal memegang peranan yang sangat penting
dalam pembentukan kepribadian seseorang. Melalui pendidikan, seseorang
dapat menumbuhkan benih-benih positif yang ada di dalam dirinya.
Pendidikan juga memberi etika dan bekal moralitas kepada seseorang.
Keduanya menjadi medium dan pendidikan merupakan faktor utama bagi
kehidupan pribadi dan sosial. Namun demikian terdapat nilai-nilai dasar
yang diperlukan untuk menguatkan berpikir positif di dalam diri anda.
1. Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Anda harus menghargai seluruh hasil ciptaan Tuhan, termasuk di dalamnya
menghargai orang lain dan menghargai diri sendiri, serta bersyukur atas
segala yang telah anda peroleh dari-Nya.
2. Bersahabat dan menyingkirkan permusuhan.
Anda perlu melakukan segala hal secara damai dan tidak menggunakan
cara-cara kekerasan. Dukunglah orang lain dan jangan menjatuhkannya.
Bersemangatlah untuk mencari persamaan dan bukan mencari perbedaan.
3. Optimis memandang ke depan.
Anda harus berani menghadapi realitas dan berani menatap dunia
sekeliling serta diri anda sendiri, memahami dan menghayati dengan
konkret segala sesuatu seperti apa adanya.
4. Bersedia untuk selalu saling membantu.
Anda jangan segan untuk dimintai tolong oleh orang lain. Jangan segan
pula untuk meminta tolong kepada orang lain. Nilai ini sangat diperlukan
karena pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial yang secara harfiah
dalam hidupnya saling memerlukan bantuan dan isi mengisi, karena tidak
ada seorang pun yang sempurna.
5. Gigih, rajin, dan pantang menyerah.
Orang yang gigih, rajin, dan pantang menyerah adalah orang yang memiliki daya imajinasi serta kreativitas yang tinggi.
Ciri-ciri Orang Yang Berpikir Positif
Berpikir positif bukan berarti tidak berhati-hati, keduanya bisa
berjalan dalam waktu yang bersamaan tanpa melibatkan satu sama lain.
1. Melihat masalah sebagai tantangan.
2. Menikmati hidup.
3. Terbuka pada saran dan ide.
4. Buang pikiran negatif sesaat setelah terlintas.
5. Bersyukur.
6. Tidak mendengarkan rumor.
7. Segera bertindak.
8. Menggunakan bahasa positif.
9. Peduli pada citra diri.
MENGHINDARI PIKIRAN NEGATIF
Ukuran sukses sejati terletak pada kemampuan kita merasakan pikiran bahagia ~ Erbe Sentanu
Dalam buku “Terapi Berpikir Positif”, menyebutkan adanya tiga tindakan
yang menimbulkan efek negatif. Ketiga tindakan berikut ini adalah tiga
pembunuh utama karena efeknya mempengaruhi jiwa orang yang melakukannya
ataupun orang yang lain:
1. Mencela,
tindakan ini akan menghilangkan semangat untuk menghargai orang lain. Sesuatu yang dicela pastilah sesuatu yang dianggap buruk, dimana anggapan itu sangat gampang berubah, tergantung siapa, apa, dan bagaimana. Artinya, tindakan ini bersifat sangat subyektif.
tindakan ini akan menghilangkan semangat untuk menghargai orang lain. Sesuatu yang dicela pastilah sesuatu yang dianggap buruk, dimana anggapan itu sangat gampang berubah, tergantung siapa, apa, dan bagaimana. Artinya, tindakan ini bersifat sangat subyektif.
2. Mengkritik,
tindakan ini dapat menimbulkan rasa tidak berguna dan bisa memancing amarah. Melakukan kritik adalah hal yang tidak mudah karena ada banyak hal yang harus dipertimbangkan.
tindakan ini dapat menimbulkan rasa tidak berguna dan bisa memancing amarah. Melakukan kritik adalah hal yang tidak mudah karena ada banyak hal yang harus dipertimbangkan.
3. Membanding-bandingkan,
menimbulkan rasa rendah diri, tidak puas, dengki, maupun sedih.
menimbulkan rasa rendah diri, tidak puas, dengki, maupun sedih.
Pikiran negatif menjadikan bahasa seseorang menjadi negatif dan yang
terdengar hanya keluhan. Hal itu membuat orang-orang yang berpikir
positif tidak tertarik untuk berinteraksi dengannya. Orang yang berpikir
positif memiliki pola pikir berorientasi solusi, maju, dan berkembang.
Sedangkan orang yang berpikir negatif hanya berkutat pada problem,
hingga menular kepada orang lain.
Pikiran negatif membuat seseorang merasa senang pada orang yang
mendukung pendapat negatifnya dan orang yang sejenis yang memiliki
pikiran sejenis dengannya. Jadi, pikiran negatif melahirkan persahabatan
yang negatif.
Persahabatan negatif memperkuat pikiran negatif. Dengan begitu orang
tersebut hidup dalam rotasi negatif. Permasalahan yang dihadapi pun
semakin membesar dan hidupnya semakin tidak terarah.
Pola Pikir Negatif
Betapa sering kita terbelenggu oleh jebakan pikiran negatif. Selalu saja
ada suara-suara yang menahan diri kita untuk melakukan perubahan yang
lebih baik. Seolah kondisi yang kita alami saat ini merupakan warisan
atau bahkan takdir yang tak akan pernah bisa berubah. Bila saat ini
hidup kita pas-pasan, maka selamanya begitulah. Apakah betul begitu?
Pengalaman buruk menjadi pemicu kuat pikiran negatif tetap tertahan
dalam pikiran. Bila anda tak bisa mendobrak pengalaman buruk itu, bisa
jadi bukan saja pikiran negatif tak akan pernah hengkang dari pikiran,
tapi bahkan akan terus bertahan dan kekal selamanya di dalam diri anda.
Jika anda terus menjaga pikiran negatif di dalam tubuh anda, maka tubuh
anda akan terbiasa untuk membutuhkannya. Akibatnya, segala hal akan
mudah anda lihat dari kacamata negatif.
Ciri-ciri Orang yang Berpikir Negatif:
1. Rendah diri.
2. Ketidaktahuan.
3. Generalisasi.
4. Salah persepsi.
5. Menganggap masalah secara permanen.
6. Mempertahankan status quo.
7. Obyek pikiran negatif.
8. Realitas.
9. Saya tidak bisa.
10. Alasan tersembunyi.
Mencegah dan Mengatasi Pikiran Negatif
Jika anda berpikir negatif, terutama ketika terjadi hal di luar rencana,
maka anda dengan mudah akan merasa depresi dan tidak bisa melihat sisi
baik dari kejadian tersebut. Berpikiran negatif tidak membawa
kemana-mana, kecuali membawa perasaan tambah buruk yang akan berakibat
performa anda mengecewakan. Hal ini akan bisa menjadi seperti lingkaran
yang tidak berujung.
Jessica Padykula menyarankan teknik untuk mencegah dan mengatasi pikiran negatif:
1. Hidup di saat ini.
2. Katakan hal positif pada diri sendiri.
3. Percaya pada kekuatan pikiran positif.
4. Jangan berdiam diri.
5. Fokus pada hal-hal positif.
6. Bergeraklah (olah raga).
7. Hadapi rasa takut anda.
8. Cobalah hal-hal baru.
9. Ubah cara pandang.
10. Berpikirlah secara positif.
11. Gunakan self-affirmation.
Memupuk Rasa Percaya Diri
Rasa percaya diri yang overdosis bukanlah gambaran kondisi kejiwaan yang
sehat karena hal tersebut merupakan rasa percaya diri yang bersifat
semu. Untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang proporsional maka anda
harus memulainya dari dalam diri sendiri. Hal ini sangat penting
mengingat bahwa hanya anda yang dapat mengatasi rasa kurang percaya diri
yang sedang anda alami.
Disarankan jika anda sedang mengalami krisis kepercayaan diri:
1. Evaluasi diri secara obyektif.
2. Beri pengharapan yang jujur terhadap diri sendiri.
3. Berani mengambil resiko.
4. Mensyukuri dan menikmati karunia Tuhan.
5. Menetapkan tujuan yang realistis.
Membangun Optimisme Membumi
Dalam kehidupan sehari-hari sering sekali kita menemui orang-orang yang
memiliki optimisme begitu tinggi untuk meraih suatu prestasi tertentu
dan cenderung menganggap enteng segala tantangan yang mungkin
menghadang. Namun demikian, dibalik sikap optimisme tersebut tidak
jarang kita juga menemukan bahwa orang tersebut cenderung tidak memiliki
dasar atau landasan kuat untuk mendukung optimismenya yang terefleksi
dalam bentuk minimnya persiapan dan rencana, ketekunan, kerja keras,
dana kemampuan yang dimiliki. Akibatnya, ia tidak pernah berhasil
mencapai prestasi yang tadinya sangat diyakini akan dapat dicapai.
Bahkan banyak yang berakhir dengan kekecewaan dan frustrasi mendalam.
Anda selamanya tidak bisa melepaskan diri dari keterikatan waktu. Masa
lalu telah menjadi sejarah. Hal itu memberi banyak pelajaran tentang
suatu hal yang membedakan tetapi jangan sampai anda hidup di dalamnya
dan terlilit belenggunya. Masa depan masih berupa wilayah yang penuh
misteri dan keajaiban. Sedangkan masa lalu adalah peta tentang dari mana
anda dan masa depan merupakan wilayah tentang kemana anda. Maka tugas
anda adalah menggoreskan pena imajinasi tentang masa depan di atas
kertas sejarah masa lalu.
Optimisme akan masa depan tidak dibangun di atas harapan utopis atau
impian kosong karena harapan. Impian seperti itu bersifat gratis dan
bisa dimiliki oleh semua orang dalam jumlah sebanyak mungkin. Kalau
hanya bicara harapan dan impian, tentu semua orang ingin makmur, hidup
enak, berfoya-foya, terhormat, dan digolongkan ahli sorga. Namun dalam
kenyataan berapa persen yang bisa mewujudkan impian tersebut?
Bagaimana cara membangun optimisme yang membumi?
1. Keyakinan.
Keyakinan seperti apa yang dibutuhkan saat anda mendesain masa depan?
Anda membutuhkan keyakinan faktual sebagai alasan mengapa anda memiliki
optimisme yang kuat.
Berilah diri anda alasan yang kuat mengapa anda pantas memiliki
keyakinan tentang suatu hal. Batas anda untuk yakin dan ragu-ragu
terkadang lebih sering berupa batas kemampuan anda untuk mengetahui
bagaimana sesuatu terjadi (how something happens). Selain keyakinan
faktual, anda membutuhkan keyakinan mental, terutama ketika anda sedang
menghadapi pekerjaan yang sifatnya start-up.
Bagaimana orang lain memberlakukan anda diawali dari bagaimana anda
memberlakukan diri anda. Jika anda tidak yakin bahwa anda memiliki
kemampuan untuk bermain secara utuh, maka karakter hidup yang anda
peragakan adalah karakter ragu-ragu untuk sukses.
Keyakinan bahwa anda memiliki kemampuan meraih sukses melahirkan pribadi
yang puas terhadap kehidupan dan oleh karena itu energi yang dihasilkan
bersifat positif. Energi inilah yang akan melindungi keyakinan anda
dari virus yang berupa keragu-raguan, rasa tidak berdaya, pesimisme
tidak beralasan, rasa khawatir yang berlebihan terhadap takhayul
‘jangan-jangan’ yang menyebabkan anda terseret dari garis fokus hidup
anda.
2. Kontrol diri.
Kontrol diri erat kaitannya dengan bagaimana anda menggunakan pilihan
hidup. Disadari atau tidak, anda selama hidup selalu disodorkan sejumlah
pilihan seiring dengan detak jantung anda. Mana yang akan anda pilih,
anda jengkel karena keadaan semrawut atau karena anda jengkel sehingga
keadaan menjadi semrawut. Pilihan seluruhnya di tangan anda. Anda
berpikir negatif karena keadaan yang negatif atau karena anda berpikir
negatif sehingga keadaan menjadi negatif. Terus terang sebagai manusia
biasa terkadang anda sering tergelincir ke dalam situasi hidup bahwa
realitas adalah monster yang memberi anda kepastian sehingga di
hadapannya anda tidak sempat menyadari bahwa realitas adalah hasil
pilihan anda.
Ketika kontrol diri tidak lagi berada pada kesadaran bahwa realitas
adalah hasil dari akumulasi pilihan, maka optimisme mulai meninggalkan
anda karena energi yang bekerja membentuk format hidup anda berupa
energi negatif. Saat itulah anda tergoda untuk memilih keyakinan bahwa
lebih besar tentangan ketimbang kemampuan; lebih banyak problem
ketimbang solusi; hutang melebihi jumlah pemasukan; keterbatasan lebih
berkuasa ketimbang keunggulan anda; dan semua yang anda lakukan pantas
dianggap kenihilan belaka.
3. Kohesi.
Lingkungan memiliki energi, roh, atau kekuatan untuk membentuk anda
meskipun akhirnya keputusan tetap di tangan anda. Lingkungan bagaikan
penasihat tanpa jabatan. Sayangnya, anda secara alami cenderung terbawa
larut oleh lingkungan tanpa keputusan yang kuat untuk menciptakan
seleksi. Akibatnya, anda menjadi sosok yang diciptakan oleh lingkungan
sehingga jadilah anda sosok yang biasa-biasa saja dan tidak pernah
menempati wilayah posisi pengambil keputusan meskipun untuk persoalan
anda sebagai manusia.
Tidak semua energi yang dikeluarkan lingkungan memiliki daya tarik ke
hal-hal negatif, tetapi kesalahan tentang lingkungan terjadi ketika anda
mengabaikan prinsip dasar kebenaran alamiah bahwa dunia ini diciptakan
dari hukum kerja sama. Jika anda hanya memiliki satu lingkungan yang
sangat terbatas, maka lingkungan itulah yang menjadi identitas anda.
Ibaratnya, seperti katak di dalam tempurung. Padahal satu gagasan hidup
menuntut aplikasi sekian perangkat dimana masing-masing perangkat ikut
andil sesuai kekuatannya.
MELEJITKAN SUGESTI POSITIF
Semua bunga esok hari ada dalam benih hari ini. Semua hasil esok hari
ada dalam pikiran hari ini ~ Aristoteles. Kalimat apa yang sering anda
keluarkan dari mulut anda? Seberapa sering anda mengatakannya? Itu semua
sangat mempengaruhi hidup anda dari waktu ke waktu. Kata-kata adalah
awal pembentukan sugesti pada diri anda. Dan dari sugesti itulah dapat
terbentuk diri anda seperti sekarang ini.
Sugesti merupakan rangkaian kata maupun kalimat yang diberikan kepada
seseorang untuk memberikan pengaruh sesuai dengan makna yang ditangkap
dari penyampaian kalimat tersebut. Jadi, hal terpenting dari penanaman
sugesti adalah dari kata-kata yang anda sampaikan: apa, kapan, dan
sesering apa anda menyampaikannya.
Formula Berpikir Positif
Ubahlah cara berpikir anda, maka anda akan dapat mengubah kehidupan
anda, begitu kata pepatah. Pepatah ini juga sudah banyak dijadikan judul
buku dan judul artikel. Nah, jika anda ingin memiliki kehidupan yang
sukses dan berbahagia, berpikirlah sukses dan bahagia. Intinya,
berpikirlah positif.
Kita perlu berpikir positif agar mendapatkan hasil yang positif.
Formula rahasia berpikir positif:
1. Melihat positif.
2. Berbicara positif.
3. Mendengar positif.
4. Bertindak positif.
5. Berpikir kreatif.
6. Self-talk.
7. Biasa menjadi luar biasa.
8. Melihat ke depan.
9. Berpikir mungkin.
Memperkuat Sugesti Anda
Walau sugesti yang anda katakan terasa tidak nyata bagi anda sekarang,
tidaklah mengapa, karena pikiran sadar anda melihat bahwa hal yang anda
katakan itu sedang tidak ada pada diri anda sekarang. Tetapi ketika
semakin sering anda mengatakan sugesti yang anda bentuk itu, lama
kelamaan hal itu akan menjadi suatu kebiasaan bagi diri anda, dan lambat
laun anda akan meyakini sugesti yang sering anda ucapkan. Ingat,
kuncinya selalu di sini adalah emosi atau perasaan anda.
Pikiran bawah sadar anda akan memerintahkan pikiran sadar anda untuk
melakukan segala sesuatu yang perlu dilakukannya. Dan segala sesuatu
yang anda lakukan akan selalu tertuju pada apa yang telah anda
sugestikan. Segala sesuatu dan solusi di sekeliling anda yang tadinya
tidak terlihat akan menunjukkan dirinya untuk ikut membantu dan
mewujudkan apa yang anda inginkan. Segalanya akan terasa begitu mudah
dan menyenangkan untuk dilakukan.
TERAPI BERPIKIR POSITIF
Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk
mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatu pun di dunia ini yang
dapat membantu seseorang yang sudah bermental negatif ~ W.W. Ziege
Hidup yang anda jalani saat ini adalah pancaran pikiran, keputusan, dan
pilihan anda. Jika anda rela menerima tantangan berarti anda telah
merintis perubahan, kemajuan, dan perkembangan. Ada tiga kekuatan yang
menjadi sumber keseimbangan dan berpikir positif dalam hidup. Jika salah
satu tidak ada, maka anda akan mudah berpikir negatif. Tiga kekuatan
ini terdiri dari: keputusan, pilihan, dan tanggung jawab. Ketiganya
tidak bisa dipisahkan. Jika dipisahkan maka akan terjadi
ketidakseimbangan yang mengundang frustrasi sehingga anda akan mencela,
mengkritik, dan membanding-bandingkan.
Konsentrasi dan pikiran anda menjadi negatif dan akan melahirkan
perasaan dan kenyataan hidup yang negatif. Pada dasarnya sebagian besar
orang memilih pikiran, konsentrasi, dan perilakunya. Setiap keputusan
yang diambil adalah hasil pilihannya. Persoalannya terletak pada
keberanian bertanggungjawab. Bisa jadi seseorang menyadari dirinya
sengsara, tapi tidak tahu bahwa kesengsaraannya merupakan hasil pikiran
dan pilihannya sendiri hingga ia tidak merasa harus bertanggungjawab.
Itu sebabnya ia akan mencela orang lain berdasarkan perasaannya,
membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain, dan menyalahkan
nasibnya.
Pengetahuan adalah kekuatan. Pengetahuan anda tentang apa yang terjadi
di dalam diri akan membantu anda untuk melakukan perubahan dan kemajuan
di jalan yang benar. Anda tidak akan menjadi mangsa perasaan negatif
yang mengganggu perasaan jiwa dan raga.
Teknik Berpikir Optimis
Pikiran positif akan membawa kita pada keberhasilan. Pikiran positif itu
antara lain selalu berkata “saya bisa” dan “saya akan”. Kata-kata ini
adalah refleksi dari pikiran positif yang tidak menyerah pada keadaan,
apa pun keadaan yang anda lalui. DR. Edward Banfield, sosiolog dari
Harvard University menggambarkan satu faktor penting seseorang dalam
meraih kesuksesan. Dia menemukan bahwa faktor utama yang menyebabkan
seseorang sukses adalah sikap tertentu yang ada dalam pikiran orang
tersebut.
Sikap itu adalah perspektif jangka panjang. Artinya, seseorang yang
sukses dalam berencana dan bertindak selalu memiliki perspektif jangka
panjang. Setiap keputusan yang dibuat selalu memperhatikan akibatnya
bagi masa depan dalam jangka panjang. Tidak ada istilah bagi mereka yang
berbunyi ‘bagaimana nanti saja’, mereka lebih berpikir “nanti
bagaimana?”
Berpikir jauh ke depan bukan berarti mengkhawatirkan masa depan, tetapi
lebih pada mempersiapkan masa depan. Segala keputusan, rencana, dan
tindakan akan dipertimbangkan dampaknya di masa depan. Apakah keputusan
anda saat ini akan membawa dampak positif bagi masa depan anda? Apakah
rencana anda mendukung visi anda? Apakah tindakan anda akan mempengaruhi
masa depan anda?
Satu-satunya cara untuk membentuk perspektif jangka panjang ini adalah
dengan merumuskan visi anda saat ini. Jangan abaikan dengan langkah
sukses ini. Jangan takut untuk gagal, lebih baik anda gagal meraih visi
yang luar biasa daripada berhasil tidak meraih apapun. Jika anda
berpikir bahwa penampilan maupun kemampuan anda berada di bawah orang
lain, maka sikap anda akan minder. Jika pikiran anda mengatakan bahwa
anda memiliki potensi yang sama dengan orang lain, maka anda akan
percaya diri. Ini adalah salah satu keajaiban pikiran yang akan
membentuk karakter. Karakter akan terbentuk pada diri kita sesuai dengan
apa yang kita pikirkan tentang diri kita.
Jika anda berpikir bahwa kegagalan itu memalukan dan kegagalan adalah
akhir segalanya, maka anda akan merasa ketakutan saat melakukan sesuatu.
Lain lagi jika berpikir bahwa gagal adalah suatu pembelajaran dan
menganggap masih ada kesempatan lain, maka anda akan menjadi orang yang
berani.
Sikap pesimis disebabkan oleh pikiran bahwa diri anda tidak memiliki
kemampuan. Sikap pesimis juga karena anda merasa sudah ditakdirkan
miskin dan keadaan di sekeliling anda tidak mendukung. Sebaliknya, sikap
optimis muncul karena pikiran anda mengatakan bahwa segala sesuatu bisa
dipelajari, siapa tahu besok lusa Tuhan akan memberi rezeki, dan
bagaimana pun keadaannya masih ada yang bisa sukses, termasuk diri anda.
Bagaimana anda berpikir akan menentukan apakah anda orang yang optimis
atau pesimis.
Saat kita berdiri, kita melihat dunia ini tegak semua. Saat kita
berbaring, kita melihat dunia ini miring semua. Saat kita berdiri dengan
dua tangan dan kaki di atas, kita melihat dunia ini terbalik. Saat mata
kita terpejam seakan dunia ini tidak ada. Saat kita pusing kita melihat
dunia ini oleng. Dunia terlihat sesuai dengan kondisi kita, padahal
tidak ada perubahan pada dunia tersebut.
Itulah gambaran dari sikap kita. Kita memandang sesuatu tergantung pada
sikap yang kita miliki. Jika sikap kita positif, maka kita melihat
segala sesuatu dengan positif. Sebaliknya, jika sikap kita negatif, maka
kita melihat segala sesuatu dengan negatif. Sikap memang sangat
berpengaruh terhadap kehidupan kita karena mempengaruhi cara pandang
kita terhadap dunia.
Sikap adalah cara pandang atau berpikir kita terhadap sesuatu. Sikap
juga menjadi penentu tindakan dan saringan terhadap tindakan-tindakan
kita. Jadi, sikap sangat berpengaruh dalam kehidupan kita, termasuk
sukses atau gagal.
Mungkin anda perlu merenungkan sikap yang dimiliki sekarang ini. Lihat
korelasinya dengan kesuksesan anda saat ini. Perlukah anda memperbaiki
sikap? Kejujuran anda terhadap sikap anda akan menentukan adanya
perbaikan terhadap kehidupan anda. Sikap memang sulit untuk diubah,
tetapi bukan tidak bisa. Suatu saat mungkin anda merasa dunia ini bau
terasi, kemana pun anda pergi bau terasi selalu tercium. Sebelum anda
memutuskan bahwa dunia ini penuh dengan terasi, periksalah diri anda
mungkin ada terasi pada kumis atau pakaian anda. Jika memang ada,
bersihkan terasi tersebut dan dunia pun kembali segar.
Banyaknya tekanan hidup yang harus dialami seseorang membuat kebanyakan
orang mengalami frustrasi. Beberapa orang menghadapi beban pekerjaan
yang berat hingga mengalami stress pekerjaan. Bencana alam dan kematian
orang dekat juga bisa membuat depresi dan frustrasi. Hanya sedikit orang
yang sanggup menghindari tekanan hidup sehari-hari yang dapat membuat
orang frustrasi dan berpandangan pesimistis. Namun, meski menghadapi
kesukaran dan tekanan hidup, berpikir secara optimis sangatlah
bermanfaat.
Optimisme merupakan sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal
serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan.
Optimisme dapat juga diartikan berpikir positif. Jadi, optimisme lebih
merupakan paradigma atau cara berpikir.
Sewaktu mengalami kegagalan atau tekanan hidup, bagaimana perasaan orang
yang optimis? Seseorang yang berpikiran positif atau berpikir secara
optimis tidak menganggap kegagalan itu bersifat permanen. Hal ini bukan
berarti bahwa ia enggan menerima kenyataan. Sebaliknya, ia menerima dan
memeriksa masalahnya. Lalu sejauh keadaan memungkinkan ia bertindak
untuk mengubah atau memperbaiki situasi.
Bertolak belakang dengan optimisme, pandangan pesimistis akan menganggap
kegagalan dari sisi yang buruk. Umumnya orang pesimis sering kali
menyalahkan diri sendiri atas kesengsaraannya. Ia menganggap bahwa
kemalangan bersifat permanen dan hal itu terjadi karena sudah nasib,
kebodohan, ketidakmampuan, atau keburukannya. Akibatnya, ia pasrah dan
tidak mau berupaya.
Berpikir positif juga menjadi kunci sukses untuk mengelola stress.
Optimisme akan membuat seseorang menghadapi situasi tidak menyenangkan
dengan cara positif dan produktif. Supaya anda bisa lebih optimistis dan
memiliki pikiran serta sikap yang positif:
1. Periksalah diri anda.
2. Ikuti gaya hidup sehat.
3. Nikmatilah pekerjaan.
4. Carilah teman yang positif.
5. Hadapi dan terima.
6. Milikilah rasa humor.
7. Catatlah hal yang baik.
8. Aturan sederhana.
Teknik Sugesti
Pikiran bawah sadar tidak dapat membedakan imajinasi dan kenyataan. Ia
tidak memiliki mekanisme untuk membedakan mana yang nyata dan tidak
nyata. Jika anda sedang bermimpi dikejar-kejar oleh sesuatu, dalam mimpi
anda benar-benar melarikan diri dan adrenalin anda mengalir begitu
deras. Jantung anda berdenyut dengan sangat cepat. Tetapi apa yang anda
ketahui setelah terbangun dari mimpi anda? Anda akan mengatakan, “Tidak
ada apa-apa. Sebenarnya tidak ada sesuatu yang mengejar saya. Ini hanya
mimpi.....”.
Inilah mekanisme pikiran sadar anda yang mengetahui bahwa anda
sebenarnya sedang bermimpi. Tapi pikiran bawah sadar anda tidak
mengetahui bahwa anda sedang bermimpi. Buktinya pikiran bawah sadar anda
langsung memerintahkan denyut jantung untuk berdenyut kencang dan
adrenalin anda untuk mengalir deras, karena yang pikiran bawah sadar
anda rasakan adalah bahwa anda memang sedang dikejar-kejar.
Itulah sebenarnya hal yang paling penting yang bisa dimanfaatkan karena
anda dapat mengelabuhi pikiran bawah sadar untuk melakukan hal apa pun
yang bermanfaat bagi anda, terutama bila ada pekerjaan yang membosankan
yang harus dilakukan. Anda bahkan bisa mengelabuhinya dengan berpikir
bahwa pekerjaan itu adalah pekerjaan yang menarik untuk dikerjakan. Hal
ini akan sangat bermanfaat jika misalnya anda harus melakukan pekerjaan
yang tidak anda sukai sekalipun.
Bahasa yang diperlukan untuk mengelabuhi bawah sadar adalah sugesti.
Sugesti ini dapat membangun bahkan merusak diri anda. Jadi, pastikan
sugesti yang anda bentuk sudah melalui perhitungan yang matang ketika
anda menciptakannya sejak awal. Sekali lagi, sugesti merupakan bahasa
pikiran bawah sadar anda.
Karena sugesti adalah bahasa yang dapat dimengerti bawah sadar, maka ada
aturan-aturan yang perlu diperhatikan sebelum memberikan sugesti ke
dalam pikiran bawah sadar anda:
1. Positif.
2. Kalimat saat ini.
3. Pribadi.
4. Terus menerus.
5. Perasaan atau emosi.
Teknik Afirmasi
Sikap kita adalah cermin masa lampau kita, pembicara kita di masa
sekarang dan merupakan peramal bagi masa depan kita. Kondisi masa lalu,
sekarang, dan masa depan kita dapat tercermin dari bagaimana sikap kita
sehari-hari. Sikap kita merupakan sahabat yang paling setia, namun juga
bisa menjadi musuh yang paling berbahaya. Bagaimana sikap mental kita
adalah sebuah pilihan: positif ataukah negatif.
Jika kita seorang yang berpikiran positif, kita pasti mampu menghasilkan
sesuatu. Kita akan lebih banyak berkreasi daripada bereaksi. Jelasnya,
kita lebih berkonsentrasi untuk berjuang mencapai tujuan-tujuan yang
positif daripada terus saja memikirkan hal-hal negatif yang mungkin saja
terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Kehidupan dan kebahagiaan
seseorang tidak bisa diukur dengan ukuran gelar kesarjanaan, kedudukan,
maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara
berpikir orang itu.
Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir.
Tempat dan keadaan tidak menjamin kebahagiaan. Kita sendirilah yang
harus memutuskan apakah kita ingin bahagia atau tidak. Dan begitu kita
mengambil keputusan, maka kebahagiaan itu akan datang. Dengan bersikap
positif bukan berarti telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan.
Namun, bila sikap kita positif, setidak-tidaknya kita sudah berada di
jalan menuju keberhasilan. Berhasil atau tidaknya kita nanti ditentukan
oleh apa yang kita lakukan di sepanjang jalan yang kita lalui tersebut.
Meskipun kita memiliki tubuh yang sehat, tetapi jika kita tetap
berkata-kata yang negatif bahwa kita tidak mampu, tidak berharga untuk
menerima berkat Tuhan dan bahkan mengutuk diri kita bahwa kita layak
mendapatkan hukuman karena masa lalu kita, akhirnya kita akan memiliki
harga diri yang rendah dan tidak dapat berjalan sesuai dengan gambar
yang Tuhan miliki tentang kita. Apa yang kita isi ke dalam roh dan
pikiran kita sangatlah penting karena itu menentukan apa yang keluar
dari mulut kita. Jika kita mengisi roh dan pikiran kita dengan pikiran
negatif, kita akan mengucapkan hal-hal negatif. Kita harus mengucapkan
kata-kata berkat kepada diri kita dan kita akan memakan buah dari
kata-kata kita. Ketika kita mengucapkan kata-kata positif setiap hari,
maka kita akan segera melihat gambar diri kita berubah menjadi lebih
baik. Kita akan merasa lebih baik, lebih percaya diri, lebih ramah, dan
menarik banyak orang yang berpikiran positif kepada kita. Kita juga
harus mendengarnya berulang kali.
Cara Berpikir Positif di Tempat Kerja
Tak hanya berpikir dan bersikap posirif terhadap perilaku seseorang,
anda juga harus berlaku hal yang sama terhadap situasi yang buruk atau
negatif jika kondisi tersebut menyerang anda, siapkan rencana lain untuk
menghindari pikiran negatif. Misalnya kondisi perusahaan tempat anda
bekerja terkena resesi dan hampir bangkrut. Anda bisa langsung bertindak
cepat dengan mencoba bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan kosmetik.
Meski ada rekan kerja yang mengejek anda, jangan pedulikan. Anda
melakukan hal tersebut untuk mencegah rasa putus asa dan perasaan
negatif yang mungkin timbul dengan keadaan perusahaan tempat anda
bekerja yang semakin memburuk.
Dengan memiliki rencana lain, anda akan merasa memiliki pilihan. Jika
anda perhatikan, orang-orang yang berpikir negatif adalah mereka yang
merasa tidak punya pilihan dan tidak tahu mau kemana. Mereka merasa
terhenti di situ. Jadi, setiap ada kondisi buruk menimpa anda, segeralah
cari pengalaman baru yang bisa menimbulkan pikiran dan perasaan
positif.
Tak ada yang salah dengan orang yang mencintai pekerjaannya. Mencintai
pekerjaan justru akan membuat kerja anda menghasilkan sesuatu yang luar
biasa. Namun jangan sampai pekerjaan merenggut semua sisi kehidupan
anda. Berikan waktu dengan kegiatan lain seperti melakukan hobby,
berkumpul dengan keluarga atau teman-teman, atau kegiatan lain di luar
pekerjaan.
Penelitian sudah membuktikan bahwa seseorang yang memiliki kehidupan
yang seimbang antara karier dan keluarga atau hobby, akan lebih memiliki
pikiran yang positif karena saat satu sisi kehidupan mereka tidak
berjalan dengan baik, ia bisa menemukan keseimbangan lainnya, rasa
percaya diri, harga diri, dan kesenangan dari sisi kehidupannya yang
lain.
Jangan biarkan urusan pekerjaan menguasai hidup kita. Akan sangat
menyedihkan jika di setiap saat dan setiap waktu, pikiran kita selalu
tertuju pada pekerjaan. Jadi, setiap ada hal negatif di tempat kerja
atau dimana pun, timbulkan perasaan positif tersebut agar anda tidak
menjadi orang yang mudah putus asa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar